Mengapa kadang ketika lapar atau ketika belum makan perut berbunyi? - Webslinger Marvel
-
Seringkali kita merasa lapar karena perut kita kosong. Setelah diisi
penuh dengan makanan, perut kita akan lebih padat tanpa ada ruang
kosong lagi. Namun sekitar enam jam kemudian, hampir seluruh makanan
yang tadi sudah tercerna, sehingga tidak ada apa-apa lagi di dalam perut
kita.
Lambung dan usus merupakan bagian pencernaan yang ada di dalam perut
kita yang selalu bergerak untuk mencerna setiap makanan. Apabila
seluruh makanan sudah dicerna, maka
di dalam lambung dan usus tidak ada apa-apa lagi selain udara. Akibat
lambung dan usus yang terus bergerak, udara akan terdorong ke sana ke
mari, inilah yang membuat bunyi di dalam perut kita. (Yohanes Surya/rmb)
From: Pojok Fisika Yohanes Surya.
Rabu, 09 Maret 2011
Jumat, 10 Desember 2010
Rasa
- Kalau memang gelisah ini adalah pertanda -
- dan kebencian ini penyadar -
- dan keputusan itu pemberat pilihan -
- maka, -
- aku harus mengangkat kaki -
- aku harus memejamkan mata -
- aku harus menusuk hati -
- agar, -
- tak ada rasa tertinggal -
- tak ada lara yang tak sembuh -
- tak ada lagi semuanya -
Rapuh
- Rapuh -
- Patah diri -
- Lamunan mengikis angan -
- Akulah sang pecundang hati -
- Tak punya wajah tuk bertahan -
- Lara menderu-deru -
- Suka memilih pergi -
- Apa yang sebenarnya terjadi?? -
- Memang diri tak ada guna -
- Keranda tlah menanti -
- Tertegun melihatku -
- Semakin waktu, -
- Semakin rapuh -
Selasa, 07 Desember 2010
Sang Peri Kecil
- peri kecil,,, -
- nan kesepian -
- sinar tak datang -
- abadi hilang -
- dia butuh petunjuk -
- tapi,, -
- tak satupun yg berbelas kasih -
- kau memang malaikat hitam -
- yang tak punya kemilau -
- dan akan lenyap -
- terkubur zaman,,, -
- selamat tinggal -
- peri kecil,,, -
Jumat, 18 Juni 2010
Hubungan antara KIR dengan adanya Student Leadership
Pengertian Tentang Karya Ilmiah Remaja (KIR)
Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) adalah sekumpulan remaja yang melakukan serangkaian kegiatan sehingga menghasilkan suatu hasil yang disebut karya ilmiah. Jumlah anggota setiap kelompok umumnya terdiri dari maksimal tiga remaja, namun ada beberapa Perguruan Tinggi atau lembaga pelaksana lomba karya ilmiah maupun karya tulis ilmiah yang membatasi kurang dari tiga.
Karya ilmiah itu sendiri mempunyai arti sebagai suatu karya yang dihasilkan melalui cara berpikir dengan menurut kaidah penalaran yang logis, sistematis, rasional dan ada koherensi antar bagian-bagiannya.
Sebagai suatu kegiatan ekstrakurikuler di tingkatan SMP/MTs, SMA, SMK, Madrasah Aliyah bahkan Pondok Pesantren, Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) ini merupakan suatu organisasi yang sifatnya terbuka bagi para remaja yang ingin mengembangkan kreativitas, ilmu pengetahuan dan teknologi pada masa kini maupun masa mendatang.
Di beberapa daerah kegiatan kelompok ilmiah remaja di sekolah ada yang sudah dimasukkan ke dalam intrakurikuler. Misalnya mengisi matapelajaran muatan lokal (mulok). Hal positif dari kondisi ini adalah pertemuan antara Pembina dengan siswa lebih rutin dan lebh terprogram karena ada kurikulum yang memandu, termasuk perangkat mengajar dan instrument penilaian.
Sejarah Terbentuknya KIR di Indonesia
Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) atau Youth Science Club (YSC) awalnya dibentuk untuk remaja yang berusia sekitar 12-18 tahun oleh UNESCO pada tahun 1963, tetapi pada tahun 1970 batasan umur tersebut dirubah menjadi 12-21 tahun. Youth Science Club (YSC) di Indonesia dikenal dengan nama Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) yang terbentuk atas inisiatif remaja Indonesia sendiri. Diawali pada tahun 1969, Koran Harian Berita Yudha membentuk Remaja Yudha Club (RYC). Selanjutnya setelah difasilitasi oleh LIPI dan mengalami berbagai perkembangan, Remaja Yudha Club berubah menjadi Kelompok Ilmiah Remaja (KIR).
http://blog.its.ac.id/masukajadhe
Tujuan dengan adanya KIR
Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) adalah sekumpulan remaja yang melakukan serangkaian kegiatan sehingga menghasilkan suatu hasil yang disebut karya ilmiah. Jumlah anggota setiap kelompok umumnya terdiri dari maksimal tiga remaja, namun ada beberapa Perguruan Tinggi atau lembaga pelaksana lomba karya ilmiah maupun karya tulis ilmiah yang membatasi kurang dari tiga.
Karya ilmiah itu sendiri mempunyai arti sebagai suatu karya yang dihasilkan melalui cara berpikir dengan menurut kaidah penalaran yang logis, sistematis, rasional dan ada koherensi antar bagian-bagiannya.
Sebagai suatu kegiatan ekstrakurikuler di tingkatan SMP/MTs, SMA, SMK, Madrasah Aliyah bahkan Pondok Pesantren, Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) ini merupakan suatu organisasi yang sifatnya terbuka bagi para remaja yang ingin mengembangkan kreativitas, ilmu pengetahuan dan teknologi pada masa kini maupun masa mendatang.
Di beberapa daerah kegiatan kelompok ilmiah remaja di sekolah ada yang sudah dimasukkan ke dalam intrakurikuler. Misalnya mengisi matapelajaran muatan lokal (mulok). Hal positif dari kondisi ini adalah pertemuan antara Pembina dengan siswa lebih rutin dan lebh terprogram karena ada kurikulum yang memandu, termasuk perangkat mengajar dan instrument penilaian.
Sejarah Terbentuknya KIR di Indonesia
Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) atau Youth Science Club (YSC) awalnya dibentuk untuk remaja yang berusia sekitar 12-18 tahun oleh UNESCO pada tahun 1963, tetapi pada tahun 1970 batasan umur tersebut dirubah menjadi 12-21 tahun. Youth Science Club (YSC) di Indonesia dikenal dengan nama Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) yang terbentuk atas inisiatif remaja Indonesia sendiri. Diawali pada tahun 1969, Koran Harian Berita Yudha membentuk Remaja Yudha Club (RYC). Selanjutnya setelah difasilitasi oleh LIPI dan mengalami berbagai perkembangan, Remaja Yudha Club berubah menjadi Kelompok Ilmiah Remaja (KIR).
http://blog.its.ac.id/masukajadhe
Tujuan dengan adanya KIR
Tujuan
yang harus dicapai oleh anggota KIR secara individual adalah
pengembangan sikap ilmiah, kejujuran dalam memecahkan gejala alam yang
ditemui dengan kepekaan yang tinggi dengan metode yang sistematis,
objektif, rasional dan berprosedur sehingga akan didapatkan kompetensi
untuk mengembangkan diri dalam kehidupan.
Manfaat dengan adanya KIR
Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) yang dikembangkan di sekolah mempunyai
banyak manfaat bagi siswa, guru pembimbing maupun bagi sekolah, antara
lain sebagai berikut. Manfaat Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) bagi siswa adalah :
- Membangkitkan rasa ingin tahu terhadap fenomen alam yang terjadi di sekitar dimana ia tinggal. Meningkatkan daya nalar, daya kreasi dan daya kreatif sehingga selalu ingin mencari sesuatu yang inovatif;
- Menambah wawasan dan ketrampilan terhadap iptek;
- Meningkatkan minat baca terhadap teori-teori ilmu pengetahuan dan teknologi yang bisa dijadikan sebagai kajian pustaka;
- Memperluas wawasan komunikasi melalui pengalaman diskusi, debat dan presentasi ilmiah;
- Sebagai wahana untuk menempa kematangan sikap dan kepribadian;
- Mengenal sifat-sifat ilmiah, jujur, optimis, terbuka, pemberani, toleransi, kreatif, dan kritis,
- Membiasakan untuk membuat karya tulis ilmiah sehingga mempermudah menyusun skripsi jika sudah diperkuliahan.
Kamis, 17 Juni 2010
Hubungan antara Student Leadership dengan OSIS
Organisasi Siswa Intra Sekolah yang sering disebut OSIS ini adalah suatu organisasi yang berada di tingkat sekolah di Indonesia, yang dimulai dari Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Akhir. OSIS sendiri berasal dari empat kata yang masing-masing mempunyai pengertian :
Tujuan nasional Indonesia seperti yang tercantum pada Pembukaan UUD 1945, adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehudupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Mengingat tujuan pendidikan dan pembinaan generasi muda yang ditetapkan dalam pembukaan UUD 1945, maka diperlukan sekolah sebagai tingkat pendidikan yang merupakan jalur pendidikan formal yang sanga penting dan strategis bagi upaya untuk mewujudkan tujuan tersebut. Baik melalui proses belajar maupun kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler.
Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan agar OSIS tetap eksis, yaitu:
- Organisasi secara umum adalah kelompok kerja sama antara pribadi yang diadakan untuk mencapai suatu tujuan bersama. Organisasi dalam hal ini dimaksudkan dalam satuan / kelompok kerjasama usaha para siswa yang dibentuk dalam usaha untuk mencapai tujuan bersama, yaitu mencapai mendukung terwujudnya pembinaan kesiswaan.
- Siswa adalah peserta didik kepada satuan pendidikan jenjang dasar dan pendidikan menengah.
- Intra adalah berarti terletak di dalam dan diantara sekolah sehingga OSIS berarti suatu organisasi siswa yang berada di dalam dan di lingkungan sekolah yang bersangkutan.
- Sekolah adalah satuan tempat pendidikan yang menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar secara berjenjang dan bersinambungan.
Tujuan nasional Indonesia seperti yang tercantum pada Pembukaan UUD 1945, adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehudupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Mengingat tujuan pendidikan dan pembinaan generasi muda yang ditetapkan dalam pembukaan UUD 1945, maka diperlukan sekolah sebagai tingkat pendidikan yang merupakan jalur pendidikan formal yang sanga penting dan strategis bagi upaya untuk mewujudkan tujuan tersebut. Baik melalui proses belajar maupun kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler.
Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan agar OSIS tetap eksis, yaitu:
- Sumber daya
- Efisiensi
- Koordinasi kegiatan sejalan dengan tujuan
- Pembaharuan
- Kemampuan beradaptasi dengan lingkungan
- Sebagai wadah organisasi siswa intra sekolah merupakan satu-satunya wadah kegiatan para siswa sekolah bersama dengan jalur pembinaan yang lain.
- Sebagai penggerak atau motivator.
- Sebagai penyalur aspirasi atau pendapat para siswa-siswi kepada pihak sekolah.
About Student Leadership
Apakah Student Leadership itu?
Student Leadership adalah proses yang melibatkan siswa dengan cara-cara yang bermakna baik dalam dan luar kelas. Hal ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk menunjukkan bakat mereka, keterampilan, dan kepentingan-kepentingan sambil terus mengembangkan keterampilan baru. Juga tentang memberi kepemilikan siswa lebih dari program-program mereka menghadiri.
Mengapa penting program itu untuk mengembangkan kepemimpinan siswa?
Pertama dan paling utama, input siswa dapat meningkatkan dan memperkuat program dengan cara yang guru atau kepala sekolah tidak bisa lakukan sendiri. Siswa membawa energi baru dan ide-ide ke program. Kedua, kepemimpinan siswa memberikan kesempatan bagi siswa untuk terlibat dan belajar keterampilan dalam segala upaya untuk membuat siswa menjadi lebih trampil. Akhirnya, kepemimpinan siswa memperdalam komitmen setiap pelajar untuk keaksaraan dewasa dan meningkatkan kemungkinan bahwa siswa akan terus belajar.
Apa peran atau tujuan dari Student Leadership?
- membantu siswa mencapai potensi terbesar mereka dengan mendorong keterlibatan sekolah dan menawarkan program-program dan bimbingan bertujuan untuk mengembangkan pemimpin yang bertanggung jawab yang bekerja secara efektif dengan orang lain untuk membuat dampak positif di sekolah dan masyarakat yang lebih besar.
- Dapat membantu siswa menjadi seseorang yang lebih bertanggung jawab, sehingga dia dapat dijadikan sebagai contoh di lingkungan sekolah oleh siswa-siswa yang lain.
Selasa, 15 Juni 2010
Description of Student Leadership
Definisi dari Student Leadership sendiri yaitu berasal dari kata-kata "Student" dan "Leader". Student yang berarti siswa, mahasiswa atau pelajar. Sedangkan Leader yaitu pemimpin, pengendali atau pembimbing. Jadi, Student Leadership dapat diartikan sebagai kepemimpinan siswa.
Menurut pandangan para ahli tentang kepemimpinan yaitu:-Jim Collin
Mendefinisikan pemimpin memiliki beberapa tingkatan, terendah adalah pemimipin yang andal, kemudian pemimpin yang menjadi bagian dalam tim, lalu pemimpin yang memiliki visi, tingkat yang paling tinggi adalah pemimpin yang bekerja bukan berdasarkan ego pribadi, tetapi untuk kebaikan organisasi dan bawahannya
-Kartini Kartono
Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan khususnya kecakapan dan kelebihan disuatu bidang, sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu, demi pencapaian satu atau beberapa tujuan.
-I. Redl dalam “Group Emotion and Leadership”.
Pemimpin adalah seorang yang menjadi titik pusat yang mengintegrasikan kelompok..
-Traits theory
Teori ini menyatakan bahwa efektivitas kepemimpinan tergantung pada karakter pemimpinnya. Sifat-sifat yang dimiliki antara lain kepribadian, keunggulan fisik, dan kemampuan sosial. Karakter yang harus dimiliki seseorang manurut judith R. Gordon mencakup kemampuan istimewa dalam:
- Kemampuan Intelektual
- Kematangan Pribadi
- Pendidikan
- Statuts Sosial Ekonomi
- Human Relation
- Motivasi Intrinsik
- Dorongan untuk maju
http://referensi-kepemimpinan.blogspot.com/2009/03/definisi-pemimpin.html
Pemimpin yang sesungguhnya adalah seorang pekerja tim. Jadi, keterampilan membangun tim adalah keterampilan yang sangat strategis untuk mensukseskan kepemimpinan yang sedang diperjuangkan tersebut. Pemimpin harus bersikap bijak dan profesional dalam merakit sebuah tim yang tangguh dan dinamis. Pemimpin harus menciptakan sebuah tim yang kreatif dan strategis untuk membangun kinerja organisasi yang hebat. Pemimpin harus membangun tim yang mampu meningkatkan rasa percaya diri organisasi untuk berprestasi secara maksimal. Ingat! Pemimpin besar meraih hasil-hasil yang luar biasa melalui timnya yang kuat, dan yang bertanggung jawab secara total pada fungsi dan peran kerja masing-masing.
Jadi apabila seorang guru atau kepala sekolah menerapkan student leadership kepada para siswanya itu sungguh ide yang cemerlang sekali. Apalagi jika itu diterapkan pada siswa sekolah menengah atas. Dengan adanya student leadership, siswa akan dapat membantu kepada siswa-siswa yang masih belum mempunyai sifat percaya diri dengan cara memotivasinya dan juga siswa akan menjadi lebih percaya diri untuk melakukan suatu hal yang positif dan mempunya rasa tanggung jawab yang tinggi. Dengan begitu, pada saat siswa sudah masuk ke jenjang perguruan tinggi, mereka sudah tidak lagi memiliki rasa canggung untuk berbicara di muka umum. Pengembangan kepemimpinan siswa bukan hanya dapat dierapkan di dalam sekolah, melainkan di luar sekolah mereka juga sangat dibutuhkan dalam organisasi pemuda yang ada di masyarakat.
Kamis, 04 Februari 2010
XA menang!
Give a plause to X A!! Emang dah...XA kgak da yg bz ngelawan!! gak sia2 gw ninggalin binpres fisika tadi...pertandingan tadi seru bged! skornya 2-1 atas XA. selamed dah buat tmend2..Go sepuluh A, Go sepuluh A!
Minggu, 31 Januari 2010
futsal 30/01/2010
Yaaccchhh.....futsal kemaren kagak dilanjutin!!
Padahal lagi seru-serunya, eeehhh ditunda hari senen besok..Ya udah gak pa2 lah...Pokoknya kita harus mengalahkan anak kelas3 IPA 1!!
Spiriiittt X A(pake seragam merah)!!!Meski banyak yang ngejek kelas kita kecil-kecil..toh buktinya kita udah nyampe sejauh ini...kecil-kecil cabe rawit gitu..Tuh liat di fotonya...
Padahal lagi seru-serunya, eeehhh ditunda hari senen besok..Ya udah gak pa2 lah...Pokoknya kita harus mengalahkan anak kelas3 IPA 1!!
Spiriiittt X A(pake seragam merah)!!!Meski banyak yang ngejek kelas kita kecil-kecil..toh buktinya kita udah nyampe sejauh ini...kecil-kecil cabe rawit gitu..Tuh liat di fotonya...
Langganan:
Postingan (Atom)






